Kritikan terhadap teori Penciptaan

penciptaan

Sorry kalo postingan saya kali ini OOT. Pada awalnya saya berniat menulisnya di notes facebook tapi saya memutuskan menulisnya di sini, biar bisa dibaca banyak orang. Saya mau menyampaikan kritikan terhadap Teori Penciptaan (TP). TP berkata semua mahluk diciptakan oleh NYa secara sempurna tanpa proses evolusi. Kita tahu TP dipopulerkan oleh Harun Yahya, oleh sebagian orang dianggap tandingan atau alternatif dari Teori Evolusi (TE). Saya melihat ada yang janggal dari TP, ini lah kritikan saya

1. Hanya keyakinan bukan teori saintis

Misalkan kita hendak membuktikan bahwa suatu patung merupakan karya Budi Anduk. Pertama-tama kita harus membuktikan yang namanya Budi Anduk bener-benar ada, jangan-jangan itu cuma nama fiktif. Setelah kita bisa membuktikan Budi Anduk bener-benar ada maka barulah kita mencari bukti pendukung kalau patung tersebut merupakan karyanya.

Itu berarti untuk membuktikan TP, pertama-tama kita harus membuktikan secara saintis keberadaan tuhan barulah kita mencari bukti saintis bahwa semua mahluk adalah ciptaan-NYA secara sempurna tanpa proses evolusi. Bisakah kita membuktikan secara saintis keberadaan tuhan?

2. Logika pembuktian yang keliru

Sebenarnya para Penganut TP menyadari jika TP hanyalah keyakinan bukan teori saintis. Itulah sebabnya mereka sibuk meyerang TE daripada mencari bukti saintis TP. Menurut mereka jika TE runtuh maka dengan sendirinya akan membuktikan TP. Inilah logika keliru dari pengikut TP. Seandainya TE runtuh sekalipun itu sama sekali tidak membuktikan TP, kenapa? Sudah saya jelsakan di poin 1.

3. Mencampur adukan antara agama dan sains.

TP bersumber dari kitab-kitab agama lalu dibungkus sedemikian rupa seolah-olah itu adalah teori saintis. Ada yang lucu dari pengikut TP, mereka berkoar-koar kalau manusia dan monyet mempunyai nenek moyang yang sama (TE) tidak ilmiah, tidak saintis, lalu apakah manusia turun dari surga itu ilmiah, saintis? Itulah akibatnya kalau agama dan sains dicampur-adukan jadinya rancu. Agama adalah the sound of faith sedangkan sains adalah the sound of doubt. Jika ada dalil agama kita wajib mempercainya sedangkan jika ada dalil sains kita wajib meragukannya. Itulah perbedaan mendasar antara sains dan agama, please jangan kalian campur-adukan. Yang namanya teori saintis bersumber dari pengamatan empiris tapi TP bersumber dari kitab Agama itu lah salah satu alasan lainnya TP tidak layak jadi teori Saintis.

4. Ada ciptaa-NYa yang tidak “sempurna”

TP berkata semua mahluk adalah ciptaan-NYA yang diciptakan secara sempurna tanpa proses evolusi. Padahal di alam ada ciptaanNya yang “tidak sempurna”. Contohnya ayam, kita tahu ayam adalah burung bersayap yang tidak bisa terbang. Anak SD saja tahu fungsinya sayap adalah untuk terbang. Bukankah itu berarti ayam adalah burung yang “tidak sempurna”? Bisahkah TP menjelaskan keberadaan ayam burung bersayap yang tidak bisa terbang? Paling-paling mereka hanya menjawab, “itu sudah kehendak-NYa”. Kalau cuman jawab begitu doang anak SD juga bisa. Mengapa ayam tidak bisa terbang hanya bisa dijelasakan oleh TE.

Lalu bagaimana dengan lumba-lumba, paus hewan laut yang bernapas menggunakan paru-paru. Bukankah akan jauh lebih baik jika paus dan lumba-lumba  menggunakan insang sebagai alat pernapasan? Bisakah TP menjelaskan keberadaan hewan-hewan laut yang bernapas menggunakan paru-paru?

5. Memfitnah TE

Inilah tindakan tidak terpuji dari para penganut TP memfitnah kalau TE bertentangan dengan tuhan dan mengatatakan penganutnya adalah ateis.  Padahal TE murni teori saintis tidak ada sangkut-pautnya dengan tuhan. Mereka juga menyesatkan pemahaman orang tentang TE, mereka mengatakan TE adalah teori mengenai asal-usul kehidupan. Padahal Teori Evolusi sama sekali tidak ada hubungannya dengan bagaimana kehidupan pertama kali muncul. TE berkaitan hanya dengan distribusi, keragaman dan sejarah kehidupan setelah itu muncul. Ingat buku yang dikarang Darwin juduknya “origin of Species “bukan “origin of life”. TE sebenarnya hanyalah sejarah biodiversity. Yang namanya sejarah pasti ada hal-hal yang masih gelap. Jangankan sejarah biodiversity, sejarah G30S/PKI aja masih gelap tapi bukan berarti G/30S/PKI fiktif. Begitu juga dengan TE, para evolusionis sendiri mengakui kelemahan-kelemahan TE tapi bukan berarti TE runtuh.

***

I believe in God. Saya percaya semua mahluk adalah ciptaannya. Yang tidak saya percayai kalau TP adalah teori saintis. Buat para penganut TP daripada anda sibuk menyerang dan menfitnah TE, jauh lebih baik jika detik ini anda mulai memikirkan bagaimana membuktikan secara saintis keberadaan Tuhan.

**Ingin mendapatkan kaos unik bertema matematika silahkan kunjungi kaos.ariaturns.com**

About Nursatria

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in Non Math and tagged , , , . Bookmark the permalink.

88 Responses to Kritikan terhadap teori Penciptaan

  1. Aria Turns says:

    Justru itu inti tulisan saya. Saya mengkritik orang2 yang berusaha menalarkan, melogikan, mengilmiahkan sang pencipta. Makanya pahami dulu tulisan saya baru komen

  2. xhadow says:

    entah kita beda keyakinan atau apa… tak usah panjang lebar.
    keyakinan saya, tidak semua hal bisa dinalar, tak perlu dijelaskan di sini apa saja itu. mas-mas, inget daratan, mas. mentang2 udah kejauhan main di laut sains.

    • Muslimtolol says:

      Hal2 yg tidak bisa dinalar itu bisa berupa “omong kosong” atau sebuah misteri sain. Sebagai contoh yg merupakan “omong kosong” : Gatotkaca atau Superman yg bisa terbang ke Angkasa, Dewa Indra yg membuat petir, Malaikat Jibril yg menurunkan hujan, perjalanan Nabi Muhammad & Buroq ke langit tujuh, dll (semuanya tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, coba anda bandingkan dengan pesawat terbang, balon zeppelin, ataupun satelit). Lain halnya dengan misteri sain seperti apakah ada planet di luar tata surya yg kondisinya sama dengan bumi, apakah ada kehidupan di sana, seandainya terjadi kehancuran di bumi apakah manusia bisa hijrah ke sana, & masih banyak lagi. Apa kita mau membuang2 waktu memikirkan “hal2 omong kosong” di atas atau kita memberikan sumbangsih pemikiran untuk memecahkan misteri2 dalam sain demi kemajuan Ilmu Pengetahuan masa depan? Semua tergantung Anda.

  3. Aria Turns says:

    Masih banyak misteri2 di Alam yang belum bisa dijawab tapi sayang banyak orang (termasuk anda) yang lalu menyimpulkan bahwa itu merupakan bukti keberadaan tuhan.
    Banyak orang yang berpikiran “misteri di alam –> Bukti keberadaan Tuhan”
    Menjadikan Tuhan hanya lah Jawaban atas Misteri2 yang belum kita jawab.
    Intinya saya mau mengatakan hal2 misteri, hal2 mengagumkan di alam, tidak bisa dijadikan bukti (secara saintis) keberadaan tuhan

  4. akhi_tangguh says:

    apakah yang kupertanyakan tadi bisa dijelaskan secara saintis?

    • Muslimtolol says:

      Seandainya memang saintis kurang memuaskan rasa ingin tahu akhi_tangguh, pertanyaan yg sama juga saya ajukan kepada akhi_tangguh, apakah agama bisa menjelaskan dengan lebih baik? Orang2 yg sangat fanatik pada agama pasti selalu mencari celah2 dalam Ilmu Pengetahuan & menggunakannya sebagai dasar pembenaran keyakinan Agamanya. Tetapi saya punya keyakinan yang sangat kuat bahwa celah2 dalam Ilmu Pengetahuan suatu saat akan terjawab dengan perjalanan waktu. Hal2 yg masih menjadi misteri saat ini suatu saat akan dipecahkan oleh Ilmuwan2 Masa Depan. Sebagai contoh adalah Teknologi Kloning, padahal dalam Al-qur’an jelas dikatakan bahwa terciptanya Individu baru itu hasil perkawinan laki2 & perempuan (apakah Al-qur’an kurang lengkap?).

  5. akhi_tangguh says:

    Materi tidaklah azali sebagaimana diutarakan oleh pengikut TE. Benar bahwa interakasi antar materi akan menimbulkan materi yang baru, akan tetapi sekedar interaksi antara materi saja tidak otomatis mewujudkan materi lain, dan tidak sepenuhnya kemudian dibarengi dengan pelenyapan sifat dari mater-mater awal. Sebagaimana air(H2O) adalah interaksi antara oksigen dengan hidrogen. Sekedar interaksi antara oksigen dan hidrogen tidak kemudian langsung menghasilkan air(H2O), akan tetapi mutlak ada pada interaksi itu, aturan yg memaksa materi itu untuk mewujudkan air(dua hidroksi oksigen). Bila satu atom oksigen berinteraksi dengan satu atom hidrogen , maka interaksi antar oksigen dan hidrogen tidak otomatis menghasilkan air. Namun interaksi itu, hingga terwujudnya air, harus berjalan sesuai dengan hukum perbandingan 1:2(satu oksigen dengan dua hidrogen), yang tentunya hukum perbandingan ini bukanlah “mater”,namun mutlak ada dalam interaksi antar materi. dengan demikian ada sesuatu bukan materi, dalam hubungan pengeksistensian mater. Selain itu, oksigen dan hidrogen tidaklah lenyap sama sekali. Namun lebih tepatnya adalah “interaksi yang kokoh antara oksigen dengan hidrogen”, yang ketika keduanya terangkai dengan “aturan-aturan baku” membentuk dua-hidroksi oksigen(air).mengapa demikian?bukankah oksigen dan hidrogen bisa diambil kembali dengan memutus ikatan hidrogen dan oksigen?dengan dekimian pada hakekatnya ia tidak “lenyap” sama sekali, karena baik oksigen maupun hidrogen dapat dipecah kembali dengan memecah ikatannya.

    Pertanyaannya, bagaimana aturan ini bisa muncul???? dan siapa yang menciptakan hukum perbandingan dua atom tersebut ??? Apakah muncul dengan tiba-toba???? Lalu siapa yang menciptakan Materi awal?????Pertanyaan yang mustahil dijawab dengan jawaba “kebetulan” dan “tiba-tiba”, namum mutlak dijawab bahwa dibali semua itu ada Al khaliq Al Mudabbir(sang pencipta dean pengatur).

    Kemudian yang kupertanyakan kepada para pengikut TE dan materialisme : bagaimana mungkin sebuah mikroorganisme bisa menjadi sebuah makhuk seperti manusia??? yang ketika disatukan dua spermanya bisa tercipta makluk yang baru??? lalu bagaimana penjelasannya?mengapa sperma laiki2 dan perempuan yang saling bercampur bisa menjadi manusia yang baru?bagaimana prosesnya? apa secara tiba2?bagaimana penjelasan ilmiahnya? dan kenapa juga ketika jantung berhenti manusia menjadi mati? apa hubungannya jantung yang berhenti dengan kehidupan manusia? jelaskan kalau kalian bisa?terus kenapa manusia mati? apa yang menjadikannya bisa mati? apa orang hidup dan mati secara tiba2 juga???? tolong berikan penjelasan ilmiahnya

  6. sukses says:

    Assalammualaikum!!!

    hemmm…
    hemmm…
    hemmm…

    { blum bisa komen nih 🙂 }

    SEMANGAT!!!

    belajar!!! belajar!!! belajar!!!

    AYO BELAJAR!!!

  7. Aria Turns says:

    @Adam
    Kamu sama sekali tidak mengerti tulisan q.
    Benar apa yang dikatakan tututu
    Kitab suci menyatakan kita semua adalah ciptaanNya. Apakah pernyataan tersebut saintis/ ilmiah atau tidak? Inilah topik dari diskusi ini.
    Jika kamu tidak peduli TP saintis atau bukan ya sudah jangan komen di sini

  8. Tututu says:

    Yowis,karepmu lah..
    Klo ga peduli TP saintis atw bukan ya jangan leave comment d sini,cz d sini topik’y itu..

  9. Tututu says:

    Gini lho mas adam…
    Kata kata itu maksudnya menurut mas aria klo memang TP mau mengakui dri’y sbg teori saintis,ia harus membuktikan bahwa Tuhan itu ada secara saintis..klo TP ga bs membuktikan Tuhan ada secara saintis,mbok ya jangan mengaku sbg teori saintis..
    Yg dipermasalahkan bukan Tuhan,tp claim TP sbg teori saintis..
    Bener ga mas Aria?
    Maap klo sy salah..
    Sumpah,demi ALLAH sy ga ngebela mas aria,wong kenal aja ga..:D
    cm baru2 ini sy nemu blog ini..karna topik blog ini menarik dan sejalan dgn bidang sy,ya sy sering mampir..

    • Adam Pahlevi says:

      tentu saja, bukti tidak bisa dibuktikan, tapi besok ketika mati, bukti akan pasti terbukti….

      aku gak pernah baca Harun Yahya, soalnya gak seberapa suka baca buku2 teori agama, cuma aku yakin, Allah itu ada. dan masalah itu teori saintis atau bukan, I DON’T CARE

      what I’m caring about in this topic if that the authors say personally that many of RELIGIOUS people don’t have enough logic to think that they can’t prove weather god “is” there or not, because of that, we should not to believe that god is really exist.

      i’m sorry if i can’t get what you all meaning of, because i’m just high school student, and any topic kind of this really can make our heads to be ambiguous,,, tapi, tanpa dibaca pun, seluruh point-point disini semuanya menyinggung bahwa: TEORI PENCIPTAAN dimana dialqur’an pernah diceritakan (oleh guru agamaku), kalau Tuhan MENCIPTAKAN dunia dengan 7 hari proses, bukan tuhan MENGEVOLUSI…

      bagemana jugaa sentis berusaha membenarkan teori EVOLUSI, bagaiaman juga agamis berusaha mengembangkan teori PENCIPTAAN untuk menemukan eksistensi TUHAN, itu semua FUCK OFF dan NO MEANING. karena toh TUHAN PASTI ADANYA tanpa perlu dibuktikan!

      dan selagi alquran berakata penciptaan, berarti teori penciptaanlah yang benar… it just a little mind from my braiN!

      • Ade W Hakim says:

        Adam, kamu tuh dah pernah nulis buku toh, tapi kok gaya bicaranya gak bagus ya. Baca dulu catatan di halaman ini dengan teliti sebelum “ceramah”.

        Siapa yang menentang keberadaan Tuhan? Penulis hanya meminta TP bisa berbicara secara ilmiah jika ingin teorinya diakui sebagai teori ilmiah.

        Jangan terburu nafsu pengen berdebat, baca dulu dengan baik.

      • Muslimtolol says:

        Sungguh Seorang yg bebal (Adam Pahlevi). Saya pernah mendengar ceramah dari seorang kyai tentang Nabi Ibrahim. Untuk membuktikan kebenaran wahyunya, Nabi Ibrahim menghancurkan semua berhala & menyisakan berhala yg paling besar . Ternyata ada yg mengetahui perbuatan Nabi Ibrahim & akhirnya Nabi pun disidang. Dalam persidangan Nabi Ibrahim melakukan pembelaan dengan mengatakan bahwa Berhala paling besar yg menghancurkannya. Tentu saja orang2 di persidangan menampik pembelaan sang Nabi. Mereka mengatakan bahwa tidak mungkin berhala paling besar melakukannya karena selama ini berhala itu hanya diam & tidak bergerak sepanjang masa. Mendengar jawaban itu Nabi Ibrahim malah tersenyum lebar & berkata ” KALIAN TAHU TUHAN KALIAN ITU HANYA DIAM & TIDAK BERGERAK, TIDAK MEMBERI KEMANFAATAN SAMA SEKALI, & TIDAK BISA MELINDUNGI DIRINYA SENDIRI, LALU BAGAIMANA TUHAN KALIAN ITU BISA MEMBERI KEMANFAATAN DAN MELINDUNGI KALIAN SEMUA”.

      • Muslimtolol says:

        Sewaktu terjadi perang di Irak, Tentara Amerika menang di segala front pertempuran dengan sangat cepat karena didukung “Teknologi Persenjataan yg sangat canggih”. Untuk menyemangati para pejuang islam, ulama2 islam di Irak selalu mengobarkan semangat “ALLAHU AKBAR”, “ALLAH SWT AKAN SELALU MENDUKUNG PERJUANGAN KITA”, dan sebagainya. Tetapi kita harus melihat kenyataan di lapangan, Manakah yg memenangkan pertempuran? Tentara Amerika yg didukung ” PERSENJATAAN CANGGIH” atau Para Pejuang Irak yg didukung “ALLAH SWT”?. Karena menang telak, dengan percaya diri beberapa Jendral Perang Amerika mulai berdakwah kepada umat Islam di Irak menggunakan perkataan NABI IBRAHIM di atas ” KALIAN TAHU TUHAN KALIAN ITU HANYA DIAM & TIDAK BERGERAK, TIDAK MEMBERI KEMANFAATAN SAMA SEKALI, & TIDAK BISA MELINDUNGI DIRINYA SENDIRI, LALU BAGAIMANA TUHAN KALIAN ITU BISA MEMBERI KEMANFAATAN DAN MELINDUNGI KALIAN SEMUA”. (Hal itu juga yg diucapkan Jendral2 Israel kepada bangsa Palestina). Sebagai seorang Muslim yg kritis saya pun bertanya2 dalam hati, apakah “ALLAH SWT = Berhala yg tidak berwujud?”

  10. Tututu says:

    Blh berpendapat?
    Sebelumnya,sy tegaskan bhwa sy sama sekali bukan teman mas aria..bertemu pun blm pernah.
    Pertama sy baca post ini,sy berpendapat sama dgn mas adam.tp pas sy bc lagi,sy teliti tulisan mas aria,sy salah.
    Mas aria di sini tidak mempermasalahkan adanya Tuhan atau tidak,tapi ia mempermasalahkan TP yg mengaku sbg teori saintis tp tdk bs membuktikan secara saintis..slahkan baca paragraf terakhir.

    • Adam Pahlevi says:

      “Itu berarti untuk membuktikan TP, pertama-tama kita harus membuktikan secara saintis keberadaan tuhan barulah kita mencari bukti saintis bahwa semua mahluk adalah ciptaan-NYA secara sempurna tanpa proses evolusi. Bisakah kita membuktikan secara saintis keberadaan tuhan?”

      tidak ckupkah kata itu

      jangankah saya menyinggung Tuhan dan menghina dan menyatakan bahwa tuhan itu tidak ada karena tidak berbentuk , orang hina orangtua atau diri saya saja saya juga sudah enggak enak, ini yang dihina adalah Tuhan saya, dia bukan ‘seorang’ Tuhan, tapi dia adalah zat yang kita tidak tahu apakah dia, dia adalah Tuhan!

      otak kita gak akan bisa ngebayangkan Tuhan itu apa jika tidak ada sedikitpun hati kita yang terbuka. karena untuk mencari Tuhan, otak tidak akan bisa. tapi hatilah yang bisa.

      btw, aku gak pernah baca bukunya Harun Yahya, mending baca Harry Potter, aku ini berpikir atas otakku sendiri. maaf jika aku ngotoT!

  11. mas, mas ingin melihat tuhan…

    mas pikir, oke, mas pinter matematika, mas jenius, mas keren, mas segalanya. pikir hal ini mas:

    mata kita ini lho mas, terbatas… terbatas banget. jangankan melihat tuhan, mas bisa gak melihat apa yang berada di balik tembok, bisa gak melihat sinyal WiFi atau sinyal IM3, bisa gak melihat senyawa CO2 atau unsur Oksigen, bisa nggak!?

    mata mas aja lho, gak kuat untuk melihat matahari, gitu mau ingin melihat tuhaN!? mas sudah sempurna yah…

    lantas, kalo gak ada Tuhan, mas bisa nyiptakan Oksigen, Bumi, gitu2? otak dipakek mas, mas itu udah kuliah, gue masih SMA, tapi gue sadar, gue gak bisa Tuhan, jangankan melihat Tuhan, melihat sinyal WiFi aja gak bisa. mas bisa lihat sinyal WiFi? nggak kan, lantas mas mempercayai adanya sinyal WiFi!?

    aku jujur, suka baca blog ini, tapi begitu mas ngepost kek gini, ini bener-bener mbuat aku jijik, sorri, ilmu mas memang tinggi, tapi mas dihadapan tuhan, sama aja mas kayak gak punya OTAK!

    kalo mas yakin Tuhan gak ada, Tuhan itu belum terbukti adanya, mas sendiri harus buktikan bahwa mas bisa lahir tanpa bantuan Tuhan, bisa nggak mas terlahir dari sebuah ketidak adaan, 100% akan saya sembah mas aria, atau mas bisa gak buat mata saya melihat sinyal WiFi, atau membuat telinga saya mendengar suara kuman amoba yang bergerak, saya langsung sembah mas…

    mas… kita ini terbatas, jangan kan melihat tuhan, melihat WiFi, mendengar amoba bergerak, kita aja gak bisa.

    Tuhan di Islam itu campuran antara Ghoib dan Abstrak. Tuhan bukan Abstrak, karena setahu saya, jika Tuhan Abstrak (maaf, seperti Yesus), maka Tuhan terbatas pada tempat. Tuhan yang diletakkan di tempat A, belum tentu ditempat B, jika itu abstrak.

    Namun jika tuhan hanya Ghoib, mampukah Tuhan mengamati semuanya, termasuk mengamati detak nadi manusia? mampukah Tuhan mengontrol bertrilyunan manusia?

    Tuhan di Islam itu konsep Tuhan paling masuk Akal. Aku dulu juga gak percaya pada Allah, tapi aku langsung 100% percaya setelah aku sadar, aku gak bisa mendengar suara bajuku yang terjatuh dari centelan, dari situlah aku berpikir, dari situlah otakku bekerja, karena aku.. punya OTAK yang gak hanya mikirin Sains, tapi AGAMA juga!

    wassalam!

    • gini aja, kalo mas bisa keluar dari kekangan dimensi waktu (dalam hal ini bersifat abstrak) dan memasuki dunia ghoib dan menggabung keduanya, mas akan saya sembah tanpa ragu

      dengan begitu, mas tidak terkekang dengan waktu. mas = Allah. mas = Tuhan. mas = Yesus. mas = Al Awwalul dan Al Akhiru.

      lalu jika mas bisa memasuki dunia ghoib. mas = Nyawa. mas = Cahaya. mas = Roh. mas = Magis. mas = Mistis.

      dan saya gak bakalan ragu, dan bahkan gue bangga, gue punya Tuhan yang gue bisa lihat and ajak chatting seperti sekarang ini… tapi karena mas gak bisa, lebih baik saya segera mengucapkan: Ashadu Allah ilaha Illawa, Wa ashaduanna Muhammaddarrasulullah

      • Muslimtolol says:

        Mungkin sebagai manusia, kita mempunyai keterbatasan fisik untuk menemui Tuhan. Tetapi Allah sebagai “Tuhan Yang Maha Hebat” (katanya) tidak mempunyai keterbatasan itu. Pasti mudah bagi Allah untuk menemui kita. Tolong Adam Pahlevi (yg katanya sering chatting sama Allah) meminta Allah untuk menemui kita. Kalau Allah sendiri yg menemui umat yg meragukannya & mau meluruskan keraguan itu, saya yakin tidak akan ada lagi peredebatan di forum ini. Tetapi kalau cuma seorang Adam Pahlevi yg bercerita tentang Allah adalah wajar ada keraguan tentang hal itu (memang siapa Adam Pahlevi?). Seandainya Adam Pahlevi bercerita tentang diri sendiri atau riwayat hidupnya belum tentu orang lain percaya kan? apalagi dia bercerita tentang Allah……… HAHAHAHAHA….. menggelikan……………

  12. Saya juga heran ama pendukung teori darwin yang menerima mentah mentah teori ini, sementara sampai sekarang teori tersebut belum terbukti juga secara sains karena sampai saat ini masih ada missing link.
    Bagaimana tentang ras manusia raksasa yang ada di tanah arab, atau manusia cebol yang ada di NTB.
    Sampai saat ini Teori darwin juga belum membuktikan bahwa manusia berasal dari monyet. Secara genetika aja makhluk hidup itu berbeda. gen manusia itu malah lebih dekat dengan kecoak dari pada monyet. Apakah darwin juga bisa menjawab itu.
    Para pengikut darwin juga malah mempercayai suatu hal yang tidak diketahui secara nyata. Artinya sama aja, mendingan kita semua mencari kebenaran da teliti lebih dalam dulu bru kita percayai

  13. manis suharjo says:

    salam sejahtera bagi kita semua..
    moga kita termasuk dalam orang-orang yang selalu dalam petunjuk-Nya..Amin..
    Berbekalah ilmu bila anda ingin hidup selamat baik dunia dan akhirat…memandang ilmu harus dengan ilmu…tapi jangan lupakan pula kita mempunyai rukun iman yang ada 6 itu…jadi bila kita masih bertanya adakah SANG PENCIPTA…uji kembali kadar keimanan kita..

  14. wong bimo says:

    Sebenarnya ada persoalan lain kita sebut persoalan “x” dibalik bertolak belakangnya teori ataupun pendapat dari kedua belah pihak. Menurut saya TE melihat sebuah Kitab Suci sebuah agama dipandang sebagai the sound of faith, tanpa pernah berpikir untuk mempelajari di dalamnya, karena anggapan bahwa contohnya Al-Qur’an yang muncul sebagai wahyu dan tidak dihasilkan melaui penelitian. Seharusnya sebagai seorang saintis yang mentasbihkan dirinya sebagai peneliti apa tidak mempertimbangkan untuk mempelajari lebih jauh…dengan begitu barangkali bisa menemukan bahwa segala sesuatunya tidak dipandang secara materinya saja.Karena setahu saya bahasa Al-Qur’an itu banyak menyimpan rahasia yang tidak bisa diterjemahkan sambil lalu saja.
    Sebaliknya TP juga kurang memahami jika teori evolusi itu hanyalah hasil penelitian yang berlaku surut dan perlu mendapatkan kajian lebh dalam lagi….
    Ini semua dilakukan agar kita benar-benar bisa membedakan sebuah persoalan dan memandangnya sebagai mana mestinya…
    Terimakasih

  15. sukses says:

    Bismillaahirrahmaanirrahiim.

    hemmmmmmmm…………………….

    “ilmu bagaikan air laut, semakin diminum semakin haus…”

    owhhhhhhhhh… “teori blum tentu hukum” ???

    mohon maaf nih sblumnya, ana tetep greget. terutama “Jika TP ingin diakui sebagai teori saintis dia harus bisa membuktikan secara saintis keberadaan tuhan..”

    krna ana lum cukup ilmu,
    yuks kita sma-sma baca artikelnya om harunyahya di http://www.evolutiondeceit.com/indonesian

    silahkan berpendapat…
    trims!!!
    sukran!!!
    Wallahu’alam Bishawab…

    • Muslimtolol says:

      Sebagai muslim, kalau mau jujur sebenarnya banyak ketidaksempurnaan dalam Al-Qur’an karena banyak ditafsirkan secara beraneka ragam oleh para ulama sampai hari ini. Ketidakseragaman penafsiran itu disebabkan oleh sifat manusiawi sejak dari Nabi Muhammad sendiri sampai pada ulama yg ada sekarang ini (saya adalah salah satu umat yg meragukan bahwa Nabi Muhammad sebagai orang yg terhindar dari kesalahan). Lain halnya jika Allah sendiri yg menjelaskan Al-qur’an itu pasti tidak ada manusia yg akan menentangnya.

      NB : Demi Allah saya akan menerima segala konsekuensi apapun jika Allah sudi untuk menemui saya & meluruskan berbagai hal yg saya ragukan terhadap isi Al-qur’an.

      • ferdy says:

        lamun ngomong teh ati ati’
        sugan didinya panggih jng saya,insy alloh ku saya lgsung di tebas hulu didinya .

  16. Yari NK says:

    Memang sih ANDAIKAN para ‘penganut’ kreasionisme ini sedikit banyak (bahasa apa pulak ini??) berhasil membuktikan keberadaan tuhan maka tentu saja akan sangat mudah untuk selanjutnya menentukan apakah ajaran kreasionisme ini benar atau salah. Tentu tidak perlu ‘penganut’ kreasionisme ini capek2 mengadakan penelitian tentang asal usul manusia cukup saja riset mereka fokuskan pada “apakah tuhan itu ada atau tidak??”. Langsung ke intinya!!

    Menurut saya penolakan terhadap TE sebenarnya mungkin karena banyak yang keberatan bahwa manusia “disamakan” dengan kera walaupun DNA kita lebih dari 90% sama dengan DNA kera menurut sains modern. Sementara penciptaan alam semesta ini yang dimulai dari Big Bang tidak mendapat tantangan yang berarti dari para “penganut” kreasionisme. Padahal mulai dari Big Bang hingga menjadi adanya planet-planet juga melalui tahap2 evolusi yang jauh lebih panjang dibandingkan evolusi kehidupan di bumi ini.

    Yang penting bagi saya adalah kehidupan di bumi ini harus maju terus lewat penelitian2 ilmiah termasuk penelitian asal-usul kehidupan. Jikalau ada “benturan2” ya maklum saja karena ilmu manusia masih terbatas, yang penting kalau sudah ketemu benturan2 begini, jangan justru terfokus pada benturan2 tersebut, tetapi tetap fokuslah pada penelitian2 ilmiah walaupun selama hayat kita mungkin jawaban kebenaran tersebut tidak sempat kita temukan. Jadi, penelitian jalan terus, ibadah juga jalan terus. Toh memepelajari asal-usul kehidupan juga mempelajari ilmu2 Allah yang ada di semesta ini dan kalau niat mempelajari asal-usul kehidupan tersebut adalah ibadah insya Allah akan mendapat pahala dariNya.

    Jadi janganlah energi kita terbuang sia-sia hanya untuk membentur2kan agama dan sains, bisa2 agama kita jadi goyang, sains kita juga nggak maju2!! Atau malah kita bisa jadi sinting semua!! Huehuehue…. :mrgreen:

  17. sukses says:

    Assalammualaikum!!!

    JUJUR ANA ‘GEREGET’ ma bahasan kali ini.
    yang ana gereget-tin bukan cuma masalah te & tp.

    sekarang ana mo nanya ma antum semua!!!

    antum semua bikin pendapat2x kayak gitu berdasarkan dasar apa aja sih???

    JANGAN cuma berbekal saintis doang!!!

    sudah paham:

    FILSAFAT AGAMA???
    FILSAFAT UMUM???
    FILSAFAT SAINS???
    dan disiplin2x ilmu lainnya???
    ???

    ini kan media umum yang semua orang bisa baca.

    ana khawatir orang-orang yang awam bisa salah pengertian.

    SEMUA ORANG PUNYA HAK UNTUK BERPENDAPAT. OTOMATIS DIA BERTANGGUNGJAWAB PENUH TERHADAP PENDAPATNYA ITU!!!

    ILMU YANG KITA TAHU DAN PAHAMI INI GAK LEBIH BANYAK DARI SETETES ILMU ALLAH SWT.
    Wallahu’alam Bishawab…

    • yacob.ivan says:

      kepada om SUKSES…

      Menurut saya lho, saya hanya menanggapi tulisan ini sebagai info. Perihal makna isi bagi pembaca itu hanyalah soal kritik saja. Jadi pembaca bisa mengartikan sendiri apa arti tulisan ini. Dan toh, saya sendiri tidak merasa terguncang imannya setelah membaca tulisan ini.

      Ada dua sudut pandang yang saya pahami dari tulisan ini, yang satu dari pihak penganut paham Teori Evolusi Charles Darwin yang begitu ilmiah dalam menjelaskan setiap peristiwa Evolusi. Di lain pihak, ada penganut paham Teori Penciptaan Harun Yahya yang sepertinya ingin menghancurkan argumen teori Evolusi Darwin. Itu saja.

      Teori Penciptaan menurut Harun Yahya berbeda dengan Teori Segala Sesuatu (Asal mula alam semesta) menurut Stephen W. Hawking. Itu semua masih dikatakan tadi “Teori”. Anda mengerti maksud kata “teori”? Adalah hal yang wajar jika banyak teori yang belum tentu benar karena belum diangkat menjadi “Hukum”. Jika itu “hukum”, maka sudah dapat dibuktikan keabsahannya.

      Jadi saya kira tidak masalah, tulisan ini bisa ditampilkan untuk umum. Biarlah masyrakat atau pembaca yang menilai. Ilmu itu untuk dipelajari bukan? Dari tulisan semacam inilah pembaca menilai dan mempelajari ilmu itu.

    • Muslimtolol says:

      Dulu sewaktu SD guru Agama menceritakan tentang burung Ababil yang membawa batu panas dari neraka & menjatuhkannya kepada Tentara Gajah yg akan menyerang Mekah sehingga Tentara Gajah hancur lebur. Inilah peringatan Allah kepada orang2 kafir. Tetapi sekarang apa yg terjadi dengan Masjidil Aqsa yg acapkali diserang Tentara Kafir Israel (Yahudi) & tempat2 suci di Irak yang dibombardir Tentara Kafir Amerika. Mana burung Ababil yg perkasa itu? Apa sudah disembelih Allah buat sarapan paginya? Inilah yg membuat keyakinan saya berubah. Kadang saya berpikir “Apa Allah takut sama Amerika ya?”

      • Muslimtolol says:

        NB : kalau memang Allah takut sama Amerika saya sarankan NGGAK USAH JADI TUHAN SAJA. Kasihan umat Islam cuma dapat janji2 kosong belaka. Saya berharap Allah sendiri yg menjawab keraguan saya ini.

  18. yacob.ivan says:

    At first, two thumbs up for this notes…

    Waktu saya SMP dulu, saya sempat membaca tulisan Harun Yahya(HY) tentang penolakannya terhadap Teori Evolusi. Saya juga sependapat dengan mas Aria kalau HY agak terlalu memaksakan argumen yang lebih bersifat religius ke hal-hal yang bersifat sains. Saya acung jempol untuk kata-kata bahwa religion is the sound of faith and science is the sound of doubt. Saya rasa kedua hal itu memang tidak sejalan walau ada penjelasan-penjelasan ilmiah maupun agamawi yang bisa saling melengkapi pertanyaan-pertanyaan seputar dunia ini.

    Tapi itulah fakta yang terjadi saat ini. Beberapa pengikut Teori Penciptaan lebih mencari argumen-argumen yang mematahkan Teori Evolusi tanpa pembuktian untuk Teori Penciptaan itu sendiri, seolah-olah dengan mematahkan Teori Evolusi milik Charles Darwin, maka Teori Penciptaan terbukti benar. Tidak memiliki alur logika yang benar.

    Walau saya juga orang yang memiliki iman terhadap Tuhan, tetap saja hal-hal yang bukan kewajiban manusia untuk berpikir seperti penciptaan, dll bukan menjadi hal yang laik untuk diteliti, melainkan diyakini. Mungkin itu saja ^^

  19. chairaniuni says:

    betullll…seribu jempol saya acungkan untuk tulisan ini. saya sampe posting link ini di FB. hehe.
    mendengar ocehan TP seperti mendengarkan kiai yang berkata koar-koar. sedangkan TE jelas-jelas orang2 dengan background ilmu memadai.

    • kamu pilih mana:

      KIAI berkoar-koar yang dapat membantumu kejalan yang terang
      SAINTIS dengan background agama yang dinerakalah jalanmu besok kalau memang itu yang tuhan ridhoi

      aku mending bodoh tapi aku tidak menyinggung ke-Esaan Tuhan dan kebenaran Tuhan. Al-Qur’an gak pernah bilang Teori Evolusi, ada disini yang lebih PINTER dari TUHAN!

      adakah yang lebih pinter dari Tuhan??? tolong dong buat hidupku bertambah 1 tahun lagi saat akan mati, bisa nggaK! bodoh bangeT!

      lantas nek kamu taruh di FB, orang memandangmu hebat karena kamu atheist, kamu lho… otakku mu udah di pantat dan pantatmu udah di Otak. Allah semoga menyadarkanmu, keyakinanmu itu… senseless, jadilah KOMUNIS aja mendinG!

      • Muslimtolol says:

        Inilah contoh muslim tolol yang cuma bisa berprasangka (pahlevi). Dalam suatu ayat Al-qur’an dikatakan “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mengubahnya”. Hal ini tidak berlaku bagi orang Palestina, Irak, dan Afganistan. Saya yakin 1000% mereka sudah berdoa siang-malam, bertindak, dan berjuang sampai menumpahkan darah untuk mengubah nasib tetapi apa hasilnya sampai hari ini…. NOL BESAR alias Bull Shit (kemana saja Allah hah?????). Coba bandingkan dengan bangsa Jepang yang mungkin tidak mengenal Allah dan ayat di atas. Bangsa Jepang tidak menyembah Allah ataupun mendasarkan diri pada Al-qur’an (hanya buang2 waktu & tidak ada manfaatnya) tetapi mereka bisa menjadi bangsa yang sukses di muka bumi ini. Kuncinya ternyata orang2 Jepang itu sangat menghargai Ilmu Pengetahuan & perkembangan teknologi yg diterapkan dalam sistem ekonominya.

  20. andre2009 says:

    klo kmu bilang “I believe in God”, so, perlukah kmu mencari tahu bukti adanya Tuhan?….

    • Aria Turns says:

      Kita disini berbicara sains, yang namanya sains butuh pembuktian. Jika TP ingin diakui sebagai teori saintis dia harus bisa membuktikan secara saintis keberadaan tuhan..

      • dani says:

        …Mengapa Kita tidak tahu Tuhan dimana…karena kita berada didalam diri Tuhan…Bukankah Tuhan Maha Besar, kalau Tuhan Maha Besar berarti Tuhan tidak terbatas……dan tidak terbatas itu dalam hal apapun…karena Tuhan adalah Maha….dan tidak ada yang Maha selain Tuhan…bukankah kita mempelajari sains untuk mengetahui kebnaranNya…dan emang TP tidak ingin pengakuan bahwa teori i2 saintis atw bukan…cuma ingin menyadarkan kesombongan para darwinis dan para pengikut TE kalau kalian tidak percaya Tuhan kalian maw percaya apa, n jangan lupa kalau kalian mati nyawa kalian maw pergi kemana….

      • muslimtolol says:

        Pada intinya, apa kita dapat manfaat dari yg serba maha itu? Sebagai contoh : anak SMA ada yg berdoa (meminta bantuan tuhan) dulu, ada pula yg tidak sebelum mengerjakan UN. Apa lantas yg berdoa tadi serta-merta menjadi lulus & yg tidak berdoa menjadi tidak lulus? Mungkin berdoa itu sekedar hanya sebagai ritual saja, tetapi ada hal yg jauh lebih penting dia atas Doa yaitu Belajar (manusia itu membantu dirinya sendiri). Orang2 yg fanatik dengan agama kadang berujar ” Tuhan Maha Mulia, tidak berkurang sedikitpun Kemuliaannya walaupun makhluknya tidak menyembahnya atau memujanya”. Oleh karena itu, saya berpendapat menyembah atau memuja Tuhan itu seperti MENGGARAMI LAUTAN (pekerjaan sia2). Lautan itu sudah ASIN kenapa mesti kita beri garam lagi? Selain itu Tuhan juga tidak minta disembah atau dipuja. Kenapa kita masih ngotot melakukannya? Apa kita ini sudah terlalu LEBAY?

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s