Harun Yahya asbun

Entah mengapa tulisan saya yang mengkritik Harun Yahya kembali memanas, kembali dipenuhi debat-debat tajam. Padahal tulisan itu sudah cukup lama, saya tulis sebelum lebaran tahun lalu. Hal itu membuat saya kembali membaca buku Harun Yahya, dan ternyata Harun Yahya kembali membuat saya geleng-geleng kepala. Pada buku The Evolution Impasse I dia mengatakan

In mathematics, Probabilities less than 1 in 10^{50} are regarded as essentially zero

(hal 17 versi doc atau hal 32 versi pdf). Silahkan anda baca semua literatur teori probabilitas, saya jamin tidak ada satupun yang berkata demikian. Jelas Harun Yahya Asbun (Asal Bunyi) dan dia tidak memahami probabilitas.

Dalam matematika, probabilitas adalah rasio jumlah kejadian yang kita inginkan dengan total semua kejadian yang mungkin terjadi. Probabilitas bernilai 1 artinya jumlah kejadian yang kita inginkan = total semua kejadian yang mungkin terjadi. Probabilitas bernilai 0 artinya  jumlah kejadian yang kita inginkan = 0.

Contoh

Hitung probabilitas munculnya mata dadu genap, jika kita melempar sebuah dadu.

Pertama-tama kita harus melihat semua kejadian yang mungkin terjadi jika kita melempar sebuah dadu. Yang akan terjadi jika kita melempar dadu adalah sebagai berikut:

  1. muncul mata dadu 1
  2. muncul mata dadu 2
  3. muncul mata dadu 3
  4. muncul mata dadu 4
  5. muncul mata dadu 5
  6. muncul mata dadu 6

semuanya 6 kejadian yang mungkin dan 3 kejadian yang kita inginkan (munculnya mata dadu genap). Diperoleh probabilitas munculnya mata dadu genap adalah 3/6 = 1/2.

Probabilitas 1 banding 10^{50} artinya kita mendapatkan 1 kejadian yang kita inginkan dari 10^{50} kejadian yang  mungkin terjadi. Kita masih bisa mendapatkan 1 kejadian yang kita inginkan, jadi  probabilitas 1 banding 10^{50} tidak bisa dianggap sama saja dengan probabilitas nol. Bahkan probabilitas 1 banding 10^{50000000000000000000000000000} sekalipun tidak bisa dianggap sama saja dengan probabilitas nol

———————————————————————————————————————————————-
**Ingin mendapatkan kaos unik bertema matematika silahkan kunjungi kaos.ariaturns.com**



About Nursatria

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in probabilitas and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

33 Responses to Harun Yahya asbun

  1. orang penasaran says:

    udah jelas kalo EVOLUSI BOHONG!!!!

  2. orang penasaran says:

    Darwin nggak pernah bilang begitu, dia bilang manusia dan kera punya nenek moyang yang sama.
    Trus nabi Adam tuh nenek moyangnya sapa??
    klo g dijawab brarti teori evolusi bohong..

  3. Mungkin aja sih ya hehe ibaratnya kalo ikut undian apaaa gitu dengan probabilitas segitu
    kalo yang namanya Hoki mah :mrgreen: hehe

  4. enigma says:

    kebenaran manusia itu relatif, kebenaran absolut adalah milik Tuhan.
    mari qta berdebat dan saling berbeda pendapat, karena hal itu yang akan mendorong qta utk menyingkap misteri alam.

  5. nama says:

    Mengkritik orang kan tidak berarti buruk, justru berupaya mengarahkan kita pada solusi yang lebih baik. Mengutip kalimat saya manusia biasa:

    “Anda tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar.”

    Jadi orang salah tetap dibiarkan salah? Atau penjahat dibiarkan saja? (ini pemisalan, tidak menuduh HY orang jahat). Salah ya dikritik, orang ngritik kok malah marah?

    Ngomong2 ada yg mengatakan menurut teori evolusi manusia berasal dari kera. Darwin nggak pernah bilang begitu, dia bilang manusia dan kera punya nenek moyang yang sama.

  6. sekedar menambahkan, mas 🙂
    terkadang kita lupa bahwa Harun Yahya ini sudah keliru dari awal. Sebelum mengkalkulasi probabilitas evolusi, kita harus terlebih dahulu memastikan bahwa event evolusi itu adalah suatu proses yang bertujuan. Nah, di sini dia sudah miss.

    di dalam event yang tidak bertujuan,
    maka perhitungan probabilitas adalah TIDAK RELEVAN

    sebagai contoh,
    saya bermain bola di lapangan. kemudian saya menendang bola secara random dan bola tergeletak di lokasi X dalam posisi miring Y (misalnya 23,132… derajat). Kita tahu ada milyaran kemungkinan posisi bola. Dan dikarenakan bola itu bulat maka kemungkinan sudut pendaratan bola adalah infinitif. Dengan demikian tendangan saya tadi mempunyai peluang 1 banding infinitif.

    namun apakah berarti hal itu impossible?
    apakah tendangan saya tadi membuktikan campur tangan Dewa Bola?
    yang sudah terjadi ya berarti terjadi. apakah jika yang sudah terjadi itu ternyata punya peluang 1 banding infinitif maka kita bisa anggap tidak pernah terjadi?
    tentu tidak kan? 🙂

    kekeliruan di sini ada dua :
    1. Harun Yahya mengasumsikan bahwa evolusi adalah sebuah proses yang bertujuan. Padahal tidak. Manusia itu efek samping dari proses evolusi, bukan tujuan. Selama kita tidak mengetahui alternatif lain yang possible, kita tidak bisa mengasumsikan peluang.
    2. Yang dihitung Harun Yahya adalah : “PELUANG TERJADINYA EVOLUSI UNTUK KEDUA KALINYA DENGAN HASIL SAMA PERSIS.” Misalnya, saya menendang bola sekali lagi dan bola jatuh di posisi sama persis (X) dan dengan sudut kemiringan eksak sama persis (Y), maka barulah kita bisa mengatakan bahwa peluangnya 1 banding infinitif. untuk first-event tanpa tujuan, saya rasa probabilitas tidaklah relevan.

    like this blog. keep writing 🙂
    my point of view, different style of narration :
    http://wirawan.blogsome.com/2010/03/23/evolusi-agama/

    • ary says:

      Mau tanya tentang pernyataan yg ini : “Manusia itu efek samping dari proses evolusi, bukan tujuan.”. Mengapa anda bilang bahwa kita ini efek samping dari proses evolusi? saya tanya ini soalnya yang saya tahu efek samping dalam kedokteran artinya efek yang tidak diharapkan.

      lalu apa tujuan dari evolusi? saya ga begitu ngerti teori evolusi makanya nanya ke pendukung teori evolusi yang ngerti, punten banyak tanya, hehe

  7. Herry Pribawanto S says:

    Saya bisa menerima tulisan Harun Yahya terkait probability tersebut karena saya berusaha mencerna apa yang tersirat dibanding yang tersurat. Ini pendapat pribadi saya saja, jd tidak menyerang atau membela siapapun.

    Nah saya lebih tertarik untuk share aja terkait probability. Definisi atau konsep probability/peluang terkait rasio, kejadian, dsb yang mas Aria terangkan di artikelnya merupakan konsep dimana peluang belum merupakan konsep matematika yang rigorous, jadi lebih banyak bersifat empiris dan eksperimental. Tentu saja konsep seperti ini yang sangat familiar dan membekas di dalam benak kita karena konsep inilah yang diberikan kepada kita sejak SMP, SMA bahkan undergraduate (S1). Hal ini dapat dimaklumi karena konsep peluang yang rigorous cukup sukar dan memerlukan landasan matematika yang kuat.

    Teori peluang berkembang pesat dan menemukan landasan yang kokoh sejak ditemukannya teori ukuran dan integral (Lebesgue) pada tahun 1900-an. Jadi peluang adalah fungsi \sigma-aditif yang didefinisikan pada suatu \sigma-aljabar dimana nilai fungsi untuk himpunan semestanya adalah 1. Dengan kata lain ukuran Lebesgue pun juga merupakan suatu (ukuran) peluang apabila kita melakukan normalisasi. Dalam kerangka teori ukuran inilah kita akan melihat banyak konsep yang tidak bisa dijelaskan oleh teori peluang empiris, sebagai contoh konsep almost surely (terkait dengan null-set), fungsi densitas (terkait turunan Radon-Nikodym), dsb..

    • Aria Turns says:

      Iya saya tau definisi peluang berkembang/berevolusi dari definisi sederhana (yang saya jelsakan ) berkembang menjadi definisi yang rumit (yg mas jelaskan). Saya memang tidak paham yang mas katakan (saya tidak mengambil mata kuliah teori ukuran dan integral) tapi saya tahu ilmu matematika baik menggunakan konsep sederhana maupun yang paling njilimet sekalipun tidak pernah menginterperstasikan peluang 1 banding 10^{50} sama dengan peluang nol

  8. Aria Turns says:

    Buat kalian para fans fanatik Harun Yahya. Coba kalian baca artikel di wikipedia mengenai HY
    http://en.wikipedia.org/wiki/Adnan_Oktar#Legal_issues.2C_arrest.2C_trial.2C_and_sentencing
    Wikipedia mengatakan HY sering berurusan dengan hukum, pernah tertangkap membawa kokain, terlibat skandal sexual. Apa yang mau kalian katakan? apa kalian akan berkata artikel di wikipedia itu bohong?

    Saya matematikawan, sudah kewajiban saya mengkoreksi kesalahan-kesalahan matematika yang saya temukan. Selain HY saya juga pernah mengkritik ESQ
    https://ariaturns.wordpress.com/2008/11/27/esq-ngaco/

  9. andi says:

    Wah parah ni orang..
    Anda menyebabkan banyak orang berpolemik dan akhirnya saling menghujat.
    Ga ada untungnya..

    Tanyakan dlm hati anda, motivasi apa yg mendasari anda menulis artikel ini.
    Apakah memang murni menulis kebenaran.
    tp menurut saya tidak murni begitu, karena jk begitu pasti anda akan menyampaikannya dgn cara yg lebih sopan dan tidak “meng-aku kan diri”

  10. amang says:

    jd menurut saya, anda jgn “memakan” atau “mencerna” mentah2 maksud kalimat tersebut lalu membabi buta mengatakan bhwa anda lah yg benar.

    saya pikir karya harun yahya tersebut pastinya sudah banyak dianalisis oleh para ilmuwan barat yg lebih kriits dan LEBIH PINTAR dari anda.

    • Aku says:

      Ya… saya setuju!

      Dan saya pikir pun, seseorang bisa salah paham saat tidak mengetahui maksudnya

      jadi alangkah baiknya kita ketahui dulu maksud dan tujuannya, jadi tidak terjadi salah paham.

      Kalau soal teori evolusi sih jelas saya menolak…
      Klo monyet jadi manusia… trus anda-anda sekalian jadi apa…???

  11. amang says:

    Mas, tolong diperhatikan konteks kalimat dlm bhs inggrisnya ya..

    Adalah lbh baik jk anda cross check ke teman2 yg mempunyai kemampuan tata bahasa inggris yg lebih baik dr anda, dr pd anda menghujat penulisnya (harun yahya).

  12. Anwar Mutaqin says:

    Saya sepakat dengan penulis dan yang mendukung penulis tentang probabilitas di atas, tetapi tulisan Harun Yahya cukup banyak dalam bidang sains. Kesalahan menulis tentang probabilitas seharusnya tidak membuat kita mengabaikan tulisannya yang lain. Jadi, saya kira judulnya tidak usah provokatif dengan mengatakan Harun Yahya asbun.
    Percaya pada teori evolusi ala Darwin tidak otomatif menyebabkan orang atheis atau tidak percaya adanya Nabi Adam AS. Banyak juga penganut teori Darwin adalah orang-orang yang sangat religius. Suatu teori dianggap benar tidak selalu karena bersesuaian dengan kenyataan, seperti yang ditawarkan teori kebenaran korespondensi. Tetapi bisa juga karena teori tersebut bisa menjelaskan berbagai fenomena yang masih berkaitan dengan teori tersebut dan mampu memprediksi dengan error yang kecil. Teori Darwin masuk kategori terakhir karena hakikat kenyataan yang sebenarnya kita tidak tahu.

  13. anom says:

    Bahasan yang bagus.
    Menurut saya gak ada yang salah dari interpretasi dari arya soal pendapat pak harun yang salah soal probabilitas, karena dia punya dalih sendiri tentang itu. Tapi mungkin saya juga interpretasi lain tentang pendapat pak Harun. Menurut saya kuncinya malah ada di kata “in mathematics”. Menurut saya lagi nilai probabilitas 1:10^5 dianggap pak Harun sebagai nilai yang tidak signifikan dalam matematik, so dia katakan “regarded as essentially zero”. Kalo dia pake kata “in realistics” di awal teorinya sudah jelas teori dia bakal langsung terbantahkan, karena emang masih ada 1 kejadian yang mungkin muncul.
    salam..

  14. Mawi Wijna says:

    Setuju dengan Rampat Sinaga. Sepertinya memang Harun Yahya belum memahami matematika secara utuh sehingga ia dapat mengatakan 1 : 10^5 sama dengan probabilitas nol.

  15. Rampat Sinaga says:

    Hei manusia biasa! Si Aria nulis tentang Harun Yahya itu bukan untuk mencari -cari kesalahan orang atau sok pintar apalagi egois. Kita di sini hanya belajar kritis dan mencoba memahami kebenaran lewat ilmu matematika. Bersifat kritis dan berani mengungkap kesalahan orang itu konsekuensi wajar dari orang yang sedang belajar. Yang jelas, Si Aria bukan mencari kesalahan Harun Yahya dari segi moralnya. Kalo mencari-cari kesalahan Harun Yahya dari segi moralnya mungkin saya setuju.

  16. manusia biasa versi 2 says:

    maaf y sblumnya…
    saya ingin menjelaskan suatu hal…
    Hidup ini sebenarnya timbal balik dari kesemuaan / saling berkesinambungan jika kita merangkainya dengan jeli, oke anda selalu mengaitkan LOGIKA & SAINTIS…..
    tp ingat,
    smua agama mengenal yang namanya “IMAN”, iman bukan Logika dan Saintis. Iman itu di miliki setiap orang apabila ia memiliki kepercayaan, iman tidak berdasarkan Logika/Saintis. Tapi berdasarkan keyakinan dalam hati bahwa itu ada, baik itu tidak bisa masuk Logika atau Sesuatu Mustahil “yang di percayai” karena itu pantas di percayai dengan alasan-alasan yang walaupun tidak logis tapi aura hati kita membenarkan itu. Kalau kita sudah memiliki iman, kita akan merasakan sesuatu itu walaupun tidak nyata. Contoh Tuhan. Sebelum kita memiliki Iman, kita sama sekali tidak mengenal Tuhan, tapi kalau sudah kita memiliki iman Tuhan itu terasa selalu melihat kita dan menjagai setiap kegiatan kita.
    Mengapa agama bisa terbagi banyak di dunia ini? itu semua karena manusia, selama manusia ada, kejahatan akan selalu ada, manusia memiliki Ego masing-masing, Mengapa Manusia jahat ? karena adanya SETAN ? mengapa setan itu menganggu hidup manusia? Karena tanpa setan manusia tidak memiliki iman? Kenapa harus ada Iman? karena agar manusia mempercayai dengan sepenuh hati bahwa mereka di ciptakan oleh Tuhan.
    Iman itu adalah Percaya, “orang yang tidak mempercayai Tuhan, itu juga iman. Dia juga percaya sepenuh hati karena tidak ada Tuhan.”

    Inilah yang di namakan berkesinambungan , adanya timbal balik di hidup ini. itu apabila manusia merangkainya dengan cermat. INGAT, cara pandang kita terhadap sesuatu itu jangan pada beberapa posisi saja, contohnya dari LOGIKA DAN SAINTIS. Perhatikan juga aspek-aspek lain, intinya kita semua memiliki jalan hidup masing-masing. Kita semua mencari kebenaran.
    DAN CAMKAN BAIK-BAIK DI HATI ANDA, anda egois kalau selalu memikirkan pemikiran-pemikiran yang tidak rasional, EGOIS juga kalau tidak mengakui adanya Sang Pencipta, itu adalah EGO…

  17. Cinta Mama says:

    kok lucu ya komennya si “saya manusia biasa”. Udah jelas2 Harun Yahya melakukan kesalahan matematika eh tapi malah nasehati mas aria panjang lebar, bukankah seharusnya Harun yahya yang kamu nesehati. Karena dia udah menyebarkan pemahaman matematika yang salah kebanyak orang. Untung ada mas aria yang mengembalikan kita ke jalan yg benar 🙂

  18. Aria Turns says:

    Ya seharusnya dia (HY) berkata

    we can interpret Probabilities less than 1 in 10^{50} are regarded as essentially zero

    Ilmu matematika sama sekali tidak pernah menginterprestasikan probabilitas 1 banding 10^{50} sama dengan probabilitas nol tetapi kalao ada orang lain yang menginterprestasikan 1 banding 10^{50} sebagai nol, ya itu sich terserah ama menginterprestasikannya

  19. Yari NK says:

    In mathematics, Probabilities less than 1 in 10^{50} are regarded as essentially zero

    Kalau menurut saya, yang salah di sini adalah dalam perkataan “In mathematics”. Coba kalau perkataannya diubah jadi begini:

    “Probabilities less than 1 in 10^{50} are regarded as practically zero” (tanpa “In mathematics”)

    atau:

    “Probabilities less than 1 in 10^{50} are regarded as virtually zero”

    mungkin buat saya pribadi pernyataan tersebut masih bisa saya terima… 😀

  20. saya manusia biasa says:

    Mengkritik itu mudah,karena melihat kesalahan orang lain itu gampang.Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari kesalahan orang lan tidak mudah dapat mempermudah keadaan.Anda tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar.

    Karena itu sangat mudah!Yang sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri.Waspadalah bila tanpa begitu pandai mengkritik.Jangan-jangan anda tidak mampu lagi melihat kebenaran.Dan sebuta-butanya orang ialah mereka yang tidak bisa menangkap cahaya kebenaran.
    Sekali anda gembira menemukan sebutir debu kesalahan orang lain.anda tergoda mendapatkan yang sebesar kerikil.Begitu seterusnya,hingga tanpa sadar anda telah menciptakan gunung kesalahan orang.Orang tidak pernah suka berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnya.Maka dari itu janganlah menjadi bayangan atas kesalahan orang lain.Bantulah mereka menemukan positif dari mereka.Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri.

    • Aria Turns says:

      Nice advice, tapi seharusnya anda nasihati pula Harun Yahya, dia berkoar-koar tentang kesahan evolusi, sibuk mencari kesalahan evolusi, menfitnah kalao evolusi bertentangan dengan tuhan, memfitnah kalao penganut evolusi itu atheis, tanpa disadari banyak pemikirannya yang salah..

      • iii says:

        Sok lu..
        Emang pemikiran lu kaya apa sih? Apa sdh bener?

        Yg memulai menghujat orang kan lu duluan?
        Untung yg akses cm sedikit. Kalo dibawa ke ranah publik terutama mengenai complain lu mengenai teori evolusi yg lu kira bener, bisa2 lu “dibantai” habis2an mengenai pemikiran ilmiah lu yg menurut gue msh bau kencur..

        Baru “nemuin (kalo bs dikatakan menemukan) ” sedikit aja, sdh belagu.

        Kalo lu berani dan MAMPU, lu tulis buku mengenai kritik2an lu terhadap pemikiran harun yahya, biar bisa dibedah siapa yg PAYAH.

        Lha wong prestasinya cm bs nulis blog aja belagu..

      • iii says:

        mohon dimaafkan tulisan gue sebelumnya tadi yg cenderung emosi ke lu.
        soalnya gue jd emosi krn postingan lu malah merambat ke teori evolusi segala
        (jd ga fokus ke masalah matematika).

        Oke deh, semoga kita bs berfikir jernih kembali.

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s