Soal yang bermutu

Kemarin ada siswa kelas 12 IPA bertanya soal kepada saya .kapal Tanker

Sebuah kapal pengangkut minyak berlabuh di pelabuhan. Sebagian minyak yang diangku kapal menetes di air laut. Noda minyak berbentuk lingkaran . Luas noda minyak bertambah dengan laju 32π cm²/detik. Panjang jari-jari noda minyak pada saat laju pertambahan panjang jari-jari 2cm/ detik adalah … cm.

Beuh… ini soal yang sangat bagus sangat berbobot menurut saya. Soal yang menanyakan konsep, hanya siswa yang benar paham konsep tepatnya konsep turunan yang bisa menjawab soal di atas.  Seharusnya soal seperti inilah yang sering disajikan ke siswa, bukan soal hitungan yang salama ini dijejalkan ke siswa. Kalau siswa hanya bisa berhitung tetapi tidak paham konsep, apa bedanya dengan kalkulator?

Sumber Gambar: theguardian.com

About Nursatria

Seorang Alumnus Matematika UGM, dengan ilmu yang didapat ketika kuliah (Padahal sering bolos kuliah :p ), saya menyebarkan virus matematika
This entry was posted in kalkulus, Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink.

53 Responses to Soal yang bermutu

  1. anissa alanis says:

    saya setuju denga pedapat bapak tetapi tidak semua murid akan berpikiran sama maupun ipa atau ips

  2. Okilani says:

    Saya setuju dengan pendapat bapak, karena selama ini kita diberi soal yang dapat dijawab hanya dengan rumus.

  3. Teofillus Seremutiha Darumangaraja Sihotang says:

    saya setuju dengan bapak, karena anak-anak cenderung menghafal soal dan jawabannya.. Tetapi jika soalnya dirubah mereka bingung, karena kurang memahami konsep soalnya. Sebenarnya saya juga termasuk anak-anak yang seperti itu sih pak hehehe

  4. Jika matematika hanya memahami rumus tapi tidak menggunakan logika maka fungsi otak hanya untuk menghitung angka seperti kalkulator?

  5. David Herianto says:

    Setuju dengan pendapat bapak, selama ini mungkin siswa siswa belajar matematika hanya terpaku dengan rumus dalam pemikirannya. Mungkin belajar matematika juga kita harus memahami konsep agar bisa memecahkan beberapa soal yang ada dalam matematika

  6. ricky suhandy says:

    saya setuju pak, kalo kita tidak memahami konsep maka secara otomatis kita aka kesulitan mengerjakan soal tersebut

  7. Vania says:

    Saya setuju pak jika kita tidak memahami konsep dari suatu soal maka akan sulit untuk mengerjakan soal tersebut. Karena itu untuk memahami konsep juga bukan hal yang mudah

  8. Dave Hedgar Nusapitu says:

    Saya setuju dengan pendapat bapak..

  9. Dennis B says:

    mantap pak setuju saya

  10. perdana raditya says:

    setuju pak

  11. Aldo Renaldi says:

    Saya sangat setuju dengan bapa, harusnya murid murid dapat mengerti konsep dalam matematika, agar siswa dapat memahami soal, bukan hanya berhitung saja

  12. edgar putra says:

    aku sih yes loh pak

  13. Andrea Felita says:

    Saya setuju dengan pendapat bapak. Kalau hanya tau rumus tanpa mengerti konsep, kita bisa lupa atau hanya tau menghitung saja. Seperti kata bapak, apa bedanya dengan kalkulator?

  14. Olga Naomi M. C. says:

    Saya setuju sama pendapat bapak, kalau cuma bisa berhitung tanpa paham konsep, sama aja bohong. Menurut saya, kalau paham konsep… Bakal lebih paham ngitungnya. Makasih pak atas infonya! 🙂

  15. Dylan Matthew says:

    Ini pesan yang sangat bagus pak. Biasanya dalam stigma masyarakat bahwa matematika itu adalah pelajaran hitung-hitungan, padahal selain hitungan masih perlu menggunakan logika dan pemahaman untuk belajar matematika. Jika kita belajar hanya terus menghitung, berarti anak bangsa indonesia hanya pintar menghitung seperti kalkulator dan tidak berpikir lebih logis

  16. anthony wijaya says:

    menurut saya blog bapak ini sgt bermanfaat dan sangat bagus soalnya juga berbobot smua dan bermutu

  17. Clara Melisa says:

    Bnr pak, kalau siswa hanya berhitung tpi ga paham konsep apa bedanya sma kalkulator.. hrsnya semua guru tau itu

  18. M.iqbal.W says:

    lagipula matematika itu kan memahami bukan menghafal

  19. clarisanathania says:

    Brati jawabannya 8 cm ya pak

  20. Arvin Belva Farchan says:

    Saya setuju dengan bapak ‘kalau siswa hanya bisa berhitung tetapi tidak paham konsep, apa bedanya dgn kalkulator?’ Mantap pa

Silahkan, tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s